diani.sari403410's blog

mencari dan memberi yang terbaik

 

cerita inspirasi

 

Nama : Diani Olyvia Sari
Nrp : I14100123
Laskar : 2
Nama Blog: diani.sari4034

CERITA INSPIRASI

Perjuangan Dihari Senja

Kehidupan adalah sebuah anugerah besar yang Tuhan berikan kepada setiap makhluk-Nya. Sebuah hal yang menakjubkan yang seharusnya sangat harus disyukuri oleh siapa saja yang mendapatkannya. Tapi terkadang tak semua orang bisa menyadari hal itu, kadang mereka mengeluh akan kehidupan yang Tuhan berikan kepadanya, ada yang tak bersyukur atas itu, karena banyak kekurangan dan cobaan dalam kehidupannya. Bahkan ada yang berani mengakhiri kehidupan yang dia dapat karena dia tak menerima takdir yang diberikan oleh Tuhan. Sesungguhnya mereka yang melakukan hal itu adalah orang-orang yang amat sangat rugi, kerena sebenarnya dibalik apapun kejadian yang Tuhan berikan dalam hidup seseorang itu pasti mengandung sebuah kebaikan untuk yang menerimnya. Ketahuilah Tuhan itu tidak memberikan apa yang kita inginkan tapi yang kita butuhkan.
Kehidupan memang tak selalu indah, kadang ada kalanya kita mendapatkan hal yang tidak menyenangkan. Tapi seberat apapun itu seharusnya kita harus tetap menjalaninya dengan hati yang lapang dan penuh dengan rasa sabar.
Disini saya ingin menceritakan tentang sebuah kisah dari sebagian kecil kisah yang mungkin dapat memberikan inspirasi kepada orang lain.
Ketika masih duduk dibangku SMA, setiap pagi saya selalu menggunakan kendaraan bermotor untuk pergi kesekolah. Perjalanannya lumayan jauh, menghabiskan waktu sekitar 15 menit dari rumah. Setiap pergi saya selalu melawati sebuah jalan yang sama. Jalan itu seperti jalan-jalan pada umunya. Disana terdapat banyak aktivitas kehidupan. Disisi kiri dan kananya ada yang melangkahkan kakinya untuk menuju kesuatu tempat, ada yang hanya diam saja menunggu kedatangan seseorang. Ada juga yang mencari rejeki disana. Tapi dari semua itu, ada satu hal yang sangan menarik perhatian saya. Setiap pagi ketika saya melewati jalan itu, saya selalu melihat sepasang orang tua yang dapat dibilang sudah sangat lanjut, memikul barang menuju kesuatu tempat. Mereka ternyata mencoba mencari rejaki dipinggir jalan itu.
Setiap pagi, hal itu selalu saya lihat. Kadang saya terharu melihat hal itu, saya tak tega melihat seorang kakek dan nenek yang sudah sangat tua berjalan dengan langkah rentanya memikul barang dagangan yang saya tahu itu tak ringan.
Tubuhnya yang sudah renta, punggungnya yang sudah tak tegak lagi, wajah yang sudah dipenuhi dengan lipatan-lipatan kulit dan matanya yang mungkin tak dapat melihat dengan jarak yang jauh lagi, tak menjadi sebuah beban tuknya agar bisa mendapatkan rejeki yang halal. Walapun yang mereka lakukan itu berat, tapi selalu saya lihat segaris senyum tanda syukur diwajah kakek-kakek itu. Mungkin baginya bisa melihat matahari dihari ini pun sudah menjadi berkah yang luar biasa untuknya.
Dan sang nenek yang selalu ada disamping kakek itu pun melakukan hal yang sama. Dia tetap setia mendampingi sang kakek tua itu walau pun dia harus berjalan dengan jarak yang lumayan jauh apalagi untuk orang seusia mereka.
Dengan langkah yang tertati-tatih, sedikit demi sedikit mereka berdua menuju tempat tuk menjual dagangan mereka. Dengan semangat yang besar tuk mendapatkan rejeki mereka pun memperoleh tenaga untuk dapat sampai ketempat yang mereka tuju.
Yang mereka jual hanyalah makanan ringan yang jumlahnya pun tak begitu banyak. Saat pertama kali melihatnya saya takut, tak ada yang akan membeli dangangan mereka, tapi untunglah ternyata ada saja anak-anak SD yang membeli dangangan mereka. Saya tau dalam pikiran mereka, bukanlah untung yang banyak yang mereka harapkan, tapi hanyalah sedikit rejeki untuk menyambung kehidupan mereka hari ini.
Saya kagum dengan semangat kedua orang tua itu. Saya sadari bahwa semangat kehidupan yang saya punya tak sebesar mereka. Saya terbiasa hidup dengan cukup, alhamdulillah semua yang saya perlukan masih bisa dicukupi oleh kedua orang tua saya. Tapi tidak dengan mereka, untuk makan pun mereka harus bersusah payah, apalagi untuk mendapatkan yang lainya. Hal itu diperparah dengan kondisi mereka yang seharusnya tidak cocok lagi untuk bekerja. Tapi dibalik semua itu mereka tak menyerah menghadapi kerasnya kehidupan. Bahkan mereka tetap selalu mensyukurinya. Mereka jalani hidup mereka apa adanya, tak ada raut muka kecewa yang mereka tampakkan.
Melihat semangat yang dipunyai oleh kedua orang tua itu seharusnya kita pun harus bisa lebih menghargai kehidupan yang Tuhan berikan kepada kita. Jangan lah kita menyerah apabila mendapatkan kegagaan dalam hidup, bila kita jatuh berusahalah untuk bangkit kembali. Ingatlah ke dua orang tua itu, diusia mereka yang sudah renta, mereka masih dapat mampu menghadapi cobaan hidup mereka dengan sabar. Kita sebagai generasi yang tentunya jauh lebih muda, pasti bisa mempunyai semangat yang lebih besar dari mereka. Janganlah menyerah ketika dapat kegagalan, janganlah berputus asa dan tetaplah berjuang dan yakinlah satu hal, kalau kita pasti akan mendapatkan yang kita inginkan apabila kita sudah melakukan semua itu…..

 

cerita inspirasi

 

Nama : Diani Olyvia Sari
Nrp : I14100123
Laskar : 2
Nama Blog : diani.sari4034

Cerita Inspirasi

Keinginan

Keinginan adalah sesuatu yang pasti ada dalam setiap kehidupan manusia. Setiap orang pasti mempunyai keinginannya masing-masing dan tentunya beragam. Kadang ada orang –orang tertentu yang mudah untuk menggapai apa yang dia inginkan, karena dia mempunyai segalanya. Namun tak sedikit orang yang bersusah payah untuk mendapatkan keinginan mereka.
Ada beberapa orang yang mudah menyerah saat tidak bisa mendapatkan yang mereka inginkan. Tapi ada juga orang yang terus berusaha semempu mereka agar keinginan-keinginannya itu bisa tercapai.
Disini saya akan menceritakan tentang keinginan saya dan cara saya untuk mengapai keinginan saya itu.
Beberapa bulan yang lalu, tepatnya setelah UAS diumumkan. Saya mulai menentukan, kemana saya akan melanjutkan pendidikan saya. Saya mulai mencari-cari informasi mengenai beberapa universitas yang ingin saya masuki. Awalnya saya mencoba mendaftar di sebuah universitas didaerah saya yaitu di Kalimantan Selatan. Dari dulu saya selalu ingin untuk masuki universitas itu. Sebenarnya sebelum UAS dilaksanakan saya sudah mencoba memasuki universitas tersebut melalui jalur SMUT ( Seleksi Masuk Unlam Terpadu). Tapi apa mau dikata ternyata mungkin saya kurang berusaha, saya dinyatakan tidak lulus pada tes itu. Awalnya memang berat menerima hal itu, tapi lama kelama akhirnya saya pasrah dan menerima hal itu dengan lapang dada, karena hal itu sudah menjadi ketentuan dari yang diatas. Saya tahu ini merupakan jalan yang terbaik bagi saya.
Setelah tidak diterima pada tes masuk SMUT itu saya pun berusaha lagi dengan mendaftarkan diri untuk mengikuti SNMPTN di universitas itu. Tes tersebut berjarak satu bulan dari tanggal saya mendaftar. Jadi saya pun berusaha sebaik mungkin mempersiapkan diri untuk mengikuti tes itu.
Rasa takut tidak diterima diuniversitas itu sempat terbersit dibenak saya, karena saya saat itu tidak mendaftar diuniversitas mana pun selain itu. Tapi akhirnya ada teman saya yang, mengajak saya untuk mendaftar di IPB. Kata teman saya disekolah saya diedarkan formulir pendaftaran untuk masuk IPB melalui jalur BUD ( beasiswa utusan daerah ). Awalnya saya tidak tertarik untuk mendaftar disana, karena saya sama sekali tidak tahu apa itu IPB dan dimana letaknya. Tapi lama-kalamaan setelah saya lebih mengetahui tentang IPB saya semakin tertarik untuk mendaftar disana. Dan akhirnya saya mendaftar juga disana. Awalnya yang saya tahu IPB itu adalah kepanjang dari Institut Pertanian Bogor yang tentunya terletak diBogor. Setelah mengetahui itu terletak diBogor ada keraguan tuk mendaftar disana karena letaknya yang jauh dari daerah saya, tapi entah kenapa ada satu hal yang mendorong saya untuk mendaftar disana, hingga pada akhirnya saya memberanikan diri untuk meminta formulir pendaftaranya kepada teman saya. Dan segera saja saya isi.
Salah satu alasan yang membuat saya tertarik untuk mendaftar disana adalah karena apabila saya bisa diterima disana, saya akan bisa mengurangin beban kedua orang tua saya dalam membiayai kuliah saya, karena apabila diterima seluruh biaya kuliah saya akan ditanggung oleh perusahan didaerah saya.itu. Selain itu saya juga ingin menemani temen saya yang juga mendaftar disana.
Awal-awalnya saya tak berharap banyak tuk bisa diterima di IPB. Karena yang mendaftar disana tidak sedikit. Dan kata kepala sekolah kami untuk bisa masuk di IPB melalui jalur BUD itu sangatlah sulit, karena nilai-nilai rapot SMA dari semester 1 sampai dengan semester 5 benar-benar diperhitungkan, dan nilainya pun tidak boleh naik turun. Karena itu lah saya tak berharap banyak tuk bisa diterima disana. Tapi semuanya itu tidak membuat saya berubah pikiran, saya tetap berusaha mencoba mendaftar disana dan mengharapkan yang terbaik.
Beberapa hari setelah saya meminta formulir pendaftaran IPB itu, saya pun sudah mengisi semua yang harus diisi dan melengkapi persyaratan yang diminta dalam formulir itu. Setelah semuanya selesai saya dan teman-teman saya yang lainya pun mengumpul formulir itu kedinas pendidikan. Dari sekolah saya ada 9 orang yang juga mendaftar disana.
Setelah beberapa hari setelah formuir pendaftaran itu dikumpulkan. Entah kenapa harapan saya tuk bisa diterima disana semakin besar. Sejak saat itu saya selalu mencari tahu informasi-informasi mengenai IPB dan penerimaan mahasiswa barunya. Doa-doa tuk bisa diterima disana pun selalu saya panjatkan kepada Allah, karena saya tahu seberapa pun besarnya usaha kita tuk menggapai sesuatu tapi apabila tidak diijinkan oleh Allah maka itu tidak akan terjadi.
Saya menyadari semua yang lakukan itu sepertinya hanya sebuah kebetulan. Saya mendaftar hanya karena teman saya, dan bukan merupakan keinginan dari saya sendiri. Tapi pada akhirnya saya sadar semuanya bukanlah hanya sebuah kebetulan saja, tapi sudah merupakan takdir yang kuasa. Bukan kebetulan saya bisa tahu tenang pendaftaran itu, bukan kebetulan juga saya akhirnya bisa mendaftar disana. Dan saya menyakini apabila bisa diterima disana itu juga bukanlah merupakan suatu kebetulan melainkan sebuah keberentungan untuk saya. Karena itulah harapan tuk bisa diterima disana mulai tumbuh.
Setalah beberapa minggu menanti kejelasan temtang penerimaan itu. Akhirnya kabar yang telah saya tunggu dari dulu, datang juga. Dihari yang tak diduga ada seeorang guru yang memberitahukan kepada saya kalau saya dan salah seorang teman saya yang bernama Sylvia diterima di IPB melalui jalur bud itu. Awalnya ada rasa tidak percaya yang menghantui benak saya, karena sekabupaten hanya ada sepuluh orang yang diterima disana dan salah satunya adalah saya.
Orang yang pertama kali saya beritahu mengenai hal ini adalah kedua orang tua ku. Uhhh….sungguh menyenangkan, saat itu saya bisa melihat wajah bahagia dari kedua orang tua saya. Saya sangat bersyukur bisa diterima disana terlebih lagi saya bisa membanggakan dan mengurangi beban kedua orang tua saya.
Emmmddd…..sejak saat itu saya menyadari kalau takdir Allah itu pasti akan mempunyai akhir yang menyenangkan. Siapa saja yang berusaha dan terus berdoa pasti Allah akan memberikan yang dia inginkan. Asalkan orang itu tidak mudah putus asa dan terus berusaha untuk menggapai apa yang mereka inginkan itu. Ketahuilah teman-teman meski kadang kita mendapatka awal yang berat tapi nantinya pasti akan menyenangkan, asalkan kita terus berusaha menggapainya dan jangan lupa tuk terus berdoa kepada Allah……